Sabtu, 07 Februari 2015

Papa.. 138

Dear papa..
It's been 138 days since you passed away. Almost valentine's day and I just realize now, we never saying 'I love you'to each other. Ever. We both are toughed head and never in the world we would say something choosy like that to each other (like father like daughter huh, pap?) But we see things in the same perspective, we are critical thinkers, we hate fake people, we always say what we have in mind whether people like it or not, we always honest even if it might hurts somebody cause for us there is no white lies, we would never take 'no' for an answer, we think alike, we like the same things, we stand for what we believed in, we both independent, we struggle in similar ways, we even fight side by side.
Thats how we say our 'I love you'. And I thank you for that. It will be awkward if we had to say it literally, right?

By now, I know when u see me, you see no passage of time. I will always be your baby girl. In your eyes i'm just a girl playing dress up, a girl running around and have no clues what she is doing, a girl who think she's a grown up lady. Thanks pa, I do want you to still think that i'm your little girl so that you can still carry me. Maybe not in your arms but in your heart.

Love and miss you old man.



Senin, 26 Januari 2015

Life

Wow.. heavy title..
Well so far, i hate my life... Ha. Ha. Ha.
Why? Don't know..
When wise man says that there's a silver lining behind everything.. well I hope I find my silver lining soon, to explain unfortunate events happen recently (well entirely) in my existence #crossing fingers

Am i ungraceful? Am i can't see people who less fortunate than me? Am i complaining too much? Maybe.. maybe not.. i do still can feel emphaty very deeply even sometimes lead to simphaty.. complaining, off course i am but there are a lot of people who complain worse than me.. :p

Geezz.. i guess i just frustrated with decisions that i made (or didn't make) so far that i considered as wrong decisions and lead to miserable life. Is it lack of objective judgement or i'm the one who just too hard to pleased? #perfectionist press here#

Praying, praying, praying..
Stop complaining

Kamis, 15 Januari 2015

Jamnya blogspot

Sek talah.. ini ada yg aneh. Jamnya blogspot ini kok mabok se?? Aku tadi post postingan sebelumnya subuh2 lha kok tulisannya 13.00 padahal di daftar entrinya udah bener jamnya sesuai sama pas aku nulis.
Aku iki mesti yang goblik n gaptek.
Ya udahlah biarin wes gak tau cara ngerubahnya lagi males utek2. Dari hp susah soalnya. Bobok dulu ya, bye..
#postingan
#gak
#penting
#blasss

Fat.

Second post already. Am I productive or what.. ngahahaha.. naaah, it's happened every year. Excited at first but demotivated at mid year till the end of the year and repeat again. Story of my life bingit lah, cepat bosaaan.

Ok, back to the (sadly) topic. I'm really F-A-T (anak blm lulus TK juga tauu). Tapi tapi tapiii dulu engga looo. Waktu SMA sampe awal kuliah berat badan bisa nyampe 52 aja uda sukuuuur banget. Sekarang? Minum aer aja jadi daging. Berat badan? Stuck di 65.
Waeeee?? Oh waeeeee? Kenapaaah?
Kalo dilihat pola makan sama aja kok sama dulu, kalo diliat frekuensi oleh raga sama juga sama dulu (sama2 malas #keplakdirisendiri) walaupun dulu masih sering renang sih,  semales2nya seminggu sekali lah. Nah, kenapa sekarang susyah banget turunnya? Pernah sakit dbd seminggu pun turunnya cuma 3 kg. Seminggu kemudian back cat (red:balik koceng) ke berat badan normal. Duuuuh, udah ga sedap di pandang, nyari baju susah, ngelakuin apa2 ngos2an, memalukan.. belum lagi masalah krisis PeDe yang belakangan semakin meroket #halah #byehotpant&miniskirt.
Oiya trus ada crita lagi waktu kemaren ngajar kelas high flyer H. Ada satu murid yang kualem banget, kalo ngomong alusss dan kemaren dengan enteng dan innocentnya ngomong "miss, are u pregnant?" (Miss kamyu hamil?) Omigodddd,rasae kayak ketibanan panda right in my face. I'm not even married yet!! Am I that fat?! Mualuuu rasaeee. And the humilliation continues. Waktu ngajar itu kan pake kaos yg agak rendah lehernya and you know what's that 9-10 years old kids was gossiping? My boobs. Oh meeeennn, i'm so ambbarased, karena mereka tu bisik2 ngomongnya tapik KEDENGERAAAN! Miss lila lho susunya besar ya.. trus cekikikan #hakdess
Wahai bumi telan aku sekaraaang..

Target 2015:turun at least 8 kg.. kalo gagal di lanjut 2016 #cedih #kebanyakanalesan #pemalas

Sabtu, 10 Januari 2015

Balloon..

Its been a long time since i wrote here.. everything is better now.. thank God.. financial, mental and physical.. yeeeeaahhh... high five to God.. thank u, thank u..
Now the other thing

Ok i'm a globophobic.. for any of you who doesn't know what a globophobic is, i'm afraid of BALLOON.. yeess the squiky sound they make, afraid if the poped just.. scary!!!

Lately my EF students know about it and they make fun about it.. i hope its stay fun because if they really bring a balloon in the class then hancur berantakanlah harga diriku.. ngahahahaha

Funny stories about balloon though happen with my own mother..
Its happen on pizza hut in jambi

Mom : mbak boleh minta balonnya gak?
Petugas PH : cuma buat anak kecil ini ibu.
Mom : walah mbak saya lho makan di sini habis hampir 400 ribu masak minta balonnya satu aja ga boleh.
Petugas PH : ya udah deh bu mau bentuk apa?
Mom : beruang mbak.
Later..
Petugas PH : ini bu balonnya.
Mom : makasih mbak (walking out)
Funny part
Mom : nih balon e buat kamu.
Me : lho ngapain? *menjauh
Mom : ya ini td tak mintain balon buat kamu
Me : aku lhoooo ga suka baloooon!!!
Mom : lho kamu emange takut sama balon tah? Sejak kapan
Me : #hakdess# ya wes luamaaa.. aq lho takuttt ga sukaaa..
Mom : ealah tiwas aq ngeyel minta balon e ternyata kamu takut. #berlalu

Kenapaaaahhh dr smua orang di dunia yg tau aku takut balon mamaku dewe malah engga tauuu n dengan entengnya ngasiiihhh.. efek LDR ini mesti..
Guomiiik caaak..

Selasa, 07 Oktober 2014

Kisah klasik untuk masa depan

Ketika kami memutuskan untuk akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan bukan kami tidak sadar bahwa akan datang banyak tantangan untuk menuju ke sana. Pertama mulai dari mengatakan pada orang tuaku bahwa aq akan menikah (menurutku ini yang terberat), dengan pria bukan dr suku yg sama, dengan pria yg bukan pekerja kantoran, pria wiraswasta yang pemasukannya tidak setiap bulan yang harus menanggung penuh seluruh pengeluaran pernikahan yang bahkan orangtuakupun belum pernah bertemu sama sekali.
Belum berhenti sampai di situ, kemudian datang berita bahwa papa meninggal yang berarti di tengah persiapan pernikahan kami maka harus berangkat ke jambi. Thank God pemakaman papa berjalan lancar, saya pun masih sempat melihat jenazahnya sesuatu yg saya sesali sekaligus syukuri.
Sepulang dari jambi melihat kembali ke dalam rekening, tipiiiiis sekali. Belum untuk produksi, DP gedung ada di depan mata, begitu juga dengan pengeluaran harian lainnya.
Sampai hari ini,di saat saldo di dalam rekening 1.200.000 dan cicilan motor sebesar 416.000 dan pajak stnk 187.000 berteriak-teriak untuk dibayarkan, hari Selasa 7 Oktober 2014 mendapat telepon dari pak andika, orang yg dulu rekening paypalnya kami pinjam untuk dikoneksikan dengan akun ebay, yg selama ini tidak ada kabarnya hampir setahun lebih dan kami anggap sudah selesai mengatakan bahwa ada pajak ebay yg berpuluh2 dollar yg harus kami bayarkan karena selama ini tertagih ke kartu kredit beliau.
Minggu depan tanggal 13 Oktober 2014 adalah hari pertama saya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di EF yang berarti juga baru bulan depan November 2014 akan menerima gaji pertama.
Merangkum semua ini yg bisa kami lakukan adalah ikhlas, menerima bahwa mungkin ini adalah caraNya untuk membuat kami kuat. Tapi sekali lagi menquote teori lama bahwa tidak ada tantangan dalam hidup diluar batas kemampuan orang tsb maka kami minta agar kami dimampukan, dikuatkan, diberi mental baja, fisik prima dan agar masalah ini segera selesai.

Kami,
7 Oktober 2014
6 bulan menuju rencana pernikahan

Sabtu, 27 September 2014

Papi

My Mommy: mami gak ikhlas, atau paling engga belum bisa untuk sekarang.. gimana bisa mami ikhlas kalo kamu sendiri tau mami sangat sangat mencintai papi? Setiap mami buka mata yang mami lihat papi, bukan cuma lihat tapi langsung semua memori tentang papi d putar cepat di kepala mami..
Gimana bisa mami ikhlas kalo papimu gak benar-benar mati.. papimu itu masih hidup.. papimu hidup dalam cerita-cerita kita, ingatan, papi hidup dalam darahmu, papimu hidup dalam namamu, papimu hidup dalam bentuk tangan dan kakimu, dalam bulat wajahmu, dalam matamu yg kecil tapi selalu penuh ingin tahu, hidup dalam ilmu yg kamu punya sampai kini baik pengembangan maupun amalannya nanti, papi hidup dalam mimpimu, dalam suksesmu dan caramu menghadapi kegagalan, bahkan papi hidup dalam keras kepalamu..kamu adalah pengingat nyata , pengingat berjalannya mami bahwa papimu gak pernah mati, kamu dan masmu adalah cerminan hidup papi..

Maka dari itu pastikan kalian tidak pernah berhenti belajar, pastikan setiap perilakumu bukan sekedar baik tapi juga benar, setiap ucapanmu selalu santun bahkan walau itu menghadapi hal yg paling tidak masuk akal sekalipun, setiap langkahmu utamakan kepentingan orang lain di atas kepentinganmu dan selalu meminta maaf bahkan ketika kamu tidak bersalah, selalu waspada dengan perubahan sekecil apapun di sekitarmu..
supaya papimu bukan cuma hidup tapi bernapas lega bahwa perjuangan hidupnya memang pantas..

My super mommy
6 hari kepergian papi..

Me, Missing u dad.. We all do..

Jumat, 29 Agustus 2014

Cant get over you

Okaaay.. Another post writen in english. Not because my english is that good but simply because it is too ambarrasing to be writen in Bahasa.. Hahahaha*facepalm*

I'm simply can't get over Somebody.. Can u see how ambarrasing this is? I'm forced to get married while i'm still can't get over Somebody.. Who is this Somebody? My ex.. I know, pathetic.
We were together so long2 time ago.. Lost contact since then and I think I will never in touch with him again even though I wanted too.. But be careful with what you wish for it might come true and mine is and if may I add, in a super bad(or good) timing..

And right now, if u read my previous post, u notice that I'm geting married in april and i'm still struggling About whether I make a right decision, who I really want to be with, will I spend the rest of my life with the wrong person, will I cheat on my marriage..
That kind of question simply filled my head and successfully keeping me wake all night..
Huaaaaaa.. Super stress..

Kamis, 24 Juli 2014

Ngelihat video orang melahirkan

Jadi ceritanya semua dimulai ketika negara api menyerang.. #halah

Engga dink, semua dimulai ketika pada satu mata kuliah disuruh ngeliat video ibu2 partus (melahirkan).. geli2 serem pertamanya tapi lama2 jadi makin tertarik. Akhirnya searching2 sendiri di yutup.

Entah karena melahirkan adalah proses yg sangat2 luar biasa yang ga semua orang bisa mengalami atau karena saya bukan orang yg jijik ngeliat darah atau sayat menyayat (suer tp bukan psikopat) apalah itu yg jelas amaze aja sama semua proses itu baik yg spontan maupun yg SC. Baik yg water birth ato yg normal baik yg d rumah maupun yg di rumah sakit baik yg kembar maupun bukan..

Berkali2 saya sering bilang sama temen baik yg lg hamil maupun engga.. lihat deh video2 gituuu, penting buat kita cewe2 yang semoga nantinya bakal jd ibu kalo Tuhan mempercayakan... tapi entah kenapa jarang banget bahkan bisa di bilang engga ada yang mau dengan alasan ngeri, takut bikin trauma, serem (gendruwo kali serem), geli, takut darah dan sebagainya.

Normal sih tapi please be rational, kita lho butuuuuhhh (teriak desperate). Itu ilmu yg kita harus tau supaya kita tau kapan sesuatu itu nantinya berjalan salah. Misalnyaaa prosedur SC itu ibunya harus sadar selama proses kalo engga berarti ada yg salah, lalu ketika ketuban pecah itu hanya air, agak kental tp berwarna jernih cenderung putih ketika cairan hitam, ijo, kuning ato berdarah itu berarti ada yg salah dsb.. gitu loh banyaaaaak deh ilmu yg kita dapet dan kalo menurut saya sih itu juga justru memperkuat dan mempersiapkan kita kok untuk tahu prosedurnya bagaimana, apa2 saja yg d butuhkan, berapa lama sesuatu berlangsung dan kapan hal tsb sudah terlalu lama dan perlu ditindak lanjuti, bagaimana supaya bisa segera menyusui begitu selesai melahirkan baik yg SC maupun spontan dan lain2.. so c'mon.. ga nyesel kok.. its a miracle happen... :)

Sabtu, 12 Juli 2014

Dillema

I'm getting married..
It's a bizzarre decision to make, I know but I mentally prepared (I think).
But now facing another problem, my parent dissapproving because I'm going to marry a man that has a different religion. a total FAMILY DRAMA is begin. another war that I have to fight and it's against my own parent.

Sometimes I'm questioning myself am I making the right decision, am I really ready but then I came to the point that every decision has a risk and this is the risk that I must take that I already been thinking about it for 7 years of our togetherness.

Sometimes I feel scared because i used to believe (I still do) that a parents approval and blessing is supposed to be a good luck charm and considered a good pray to every kids marriage and I didn't get that. You see how scary this is for me. But then again I start to think Objectively, my parent never get the chance to meet and known my future husband just his religion. If they dissaprove because of the person then I will reconsider but this is his religion. It just unfair for my boyfriend to be judge like that. It's like my parent counting egg before they hatch which is immature. Another reason that my parent used to be a different religion couple too (suprise, suprise) and somehow deep down in my heart I begin to feel that they just afraid of what other might think, that this is a karma for what they have done, not just because its forbidden from their religion believes.

Sometimes I also feel deppresed because I really don't want this to happen. this is not the kind of relation I want to have with my own parent which I so love. I never wish its ended up like this. Marriage (in my opinion) is one kind of passage for a person to become more mature, more responsible, more selfless, learn to sharing, caring, accepting, facing problem together, managing everything together and many other things which is I think must be embrace and everyone should celebrate and by celebrate I mean be happy about it. It took a leap of faith from everyone to make it work since its very challanging. But than again, you can't have everything in this world. So be it.

Hosh.. hosh..

Senin, 06 Januari 2014

ILLUCINATI SURABAYA

kemaren tepatnya tanggal 5 Januari 2014, ane n temen2 ane nonton stand up comedy Indonesia roadshow 2014 yang dimana comic utamanya tuh sih Ernest Prakasa...
yasalaaaaammmm sumpah itu comic2 pada lucu2 amat yak... dulu waktu hamil mungkin emak2nya pada nyidam badut makan lollipop kali ye... sepanjang acara yang dimulai dari jm 7 sampe jam setengah 11 itu bener2 ga berasa... ketawaaaaaa mulu....
ini dia penampakan acaranya...
nah buat elu2 pada yang bilang ini mirip simbolnya dajjal, whatever lah ya... n yang bilang ini kayak simbolnya illuminati.. helllllooooow.. ini emang diplesetin dari sono... gak usah nyocot ato ntar gue ajak piknik lu*katanya ernest.. illucinati ini adalah roadshow ernest untuk promosi filmnya yaitu comic8 yang dilakukan di 17 kota di Indonesia.. yang aku tau karena sempet kesebut sama para comic kemaren adalah Aceh, Padang, Bali, Bandung, Malang, Surabaya, Medan, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, kalimantan dll.. lumayan lah ya kesebut sebelas.. oiya ntr terakhir puncaknya di jakarta..
kenama judulnya illucinati.. well ini karena ernest itu cina nah jadi d pleset2in pokoknya kudu ada cina2nya lah.. hahahahaha.. kagak dijelasin juga sih detailnya kenapa jadi illucinati tapi kalo menurutku sih ya buat lucu2an aja.. secara utamanya kan verbal assasination..
comic yg tampil itu yudi, lian, arie kriting, n ernest tentunya..

Minggu, 15 Desember 2013

claustrolove

PEMIKIRANKU..
tempat di mana angan-angan dijahit menjadi kenyataan..
aku memang beraneka macam, karenanya aku tidak akan menjadi plagiat orang lain..
tidak ada kesamaan sikap, penuh beda pendapat, penuh intrik dan degenerasi aneka tindakan aneh..

Aku bukan makhluk penyendiri yang mengagumkan..
aku hidup di pojok dan melihat arah yang membingungkan dibutakan lantera orang lain..
aku buat lanteraku sendiri..
aku nyalakan untuk menuntun langkahku bersama-sama..
dalam lantera itu aku berkelakar, memaknai kecerobohanku dan mengagumi kepandaian orang..
aku berjalan di jalan yang ramai, di jalan tanpa penanda arah..
di jalan yang ditenunkan di lantainya sebuah kenyataan..
aku bernyanyi dengan memarahi api, menusuk palung sendiri, melenyapkan dendam, dan menaburi hatiku dengan puisi..

aku memasuki hutan sejarahku dan mengukir prasasti..
prasasti berisi cerita kepedulianku akan angan-anganku..
prasasti tentang ceritaku menaiki ombak dan berpelukan dengan air..
dibulatkan ke dalam tandanya sebuah tanda tangan yang mewakili aku dan janji untuk selalu ingat selamanya..
karena aku cintaku...

by : absurd and claustro me

Senin, 11 November 2013

kebermaknaan diri

pernahkan kamu2 merasa tidak dianggap penting oleh orang lain? disepelekan? dianggap tidak berharga? dianggap tidak bisa apa2? dianggap bukan siapa2? dibodohi? dibanding2kan sama orang lain?
saya pernah.. sering malah.. rasanya? sakit hati tentunya.. merasa rendah diri dan merasa bahwa label tidak penting, tidak pandai, tidak lebih baik, lebih rendah dibanding orang lain dan sebagainya itu benar.. padahal? SALAH!!

tidak ada yang bisa merendahkan kita kecuali diri kita sendiri. -Eleanor Roosevelt-

bagaimana kalau sebaliknya? kita dianggap penting? dianggap mampu? dianggap bisa? pasti kita makin percaya diri.. makin yakin dengan diri kita.. makin menganggap diri kita berharga..
saya juga merasakannya.. lega sekali kalau ada yang menganggap diri kita berharga, or at least mampu menghargai kelebihan dan kekurangan yang kita miliki..

but asshole are everywhere..
andai semudah membalikkan telapak tangan untuk menampar bacot orang yang menganggap kita tidak bermakna itu ya.. tapi sayangnya enggak, untuk menerima setiap ucapan merendahkan, setiap perilaku yang meremehkan, setiap perbuatan yang tidak manusiawi hatiawi ituuuuu sakiiiit bangeeeet dan untuk "menamparnya"pun butuh proses yg lebih panjang dan lebiiih sakit lagi... tapi pasti bisaaaaaa... horeeee....
hosh.. hosh...


damai di bumi damai di hati...

Selasa, 29 Oktober 2013

kahlil gibran

Anakmu bukanlah anakmu

“Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir

melaluimu tetapi bukan berasal darimu.

Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,

curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu

karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena

jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi

bahkan dalam mimpi sekalipun.

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah

menuntut mereka jadi seperti sepertimu.

Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan

tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.

Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.

Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,

Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,

Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat

Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap”.

[by Kahlil Gibran]

Selasa, 22 Oktober 2013

sorry and regret...




 Belakangan ini saya ngerasa (bukan ngerasa aja sih tapi emang bener) udah ngecewain banyak orang.. entah kenapa belakangan ini saya ngerasa susaaaah banget membagi pikiran, waktu, tenaga ato apalah itu.. rasanya capeeek, exhausted, tapi gak tau kenapa... yang jelas saya sekarang ngerasa bersaaaalaaah banget sama beberapa orang yang deket sama saya... gak pengen begitu saya ini,,, sueraaannn...


Duluuuuu sekali, saya sering dan bangga kalo bisa membantu meringankan beban orang lewat kata2 saya, bisa ngasih solusi, bisa memotivasi, bisa membantu orang menganalisis masalahnya, mendebatkan sesuatu, mengungkapkan sudut pandang saya terhadap sesuatu yang menurut orang-orang rada diluar mainstream (ini sumpeeeh narsis banget yak) ibaratnya the power of words laaaah and in this case, my words..

            tapiiii sekarang... boro2 meringankan beban orang, saya aja gak punya kata-kata bahkan terminologi untuk menjelaskan kondisi saya sendiri sekarang ini...

Frustasi (pake banget) karena saya di komplain banyak pihak yang merasa saya berubah (saya sendiri pun merasa saya berubah dan mengkomplain diri sendiri), tidak seperti dulu lagi, makin cuek, tidak punya waktu lagi bahkan cuma buat ngobrol-ngobrol remeh, susah di ajak kemana2, ngejawab seadanya.. well you know i disappointed with myself too, saya kecewa beraaat.. it kill’s me to won’t be able to do that… ibarat kata ya, saya ini olahragawati yang setiaaaaaap hari lari bermil2 (baca:ngomong/ngomel/debat/curhat) trus tiba2 harus berhenti.. you know what happen ketika olahragawati yang langsung tiba2 berhenti berolahraga secara drastis? Cideraaaa… pegeeel (ati)…. Jadi gak sehat, penyakitan…. (ini perumpamaan terbaik yg bisa saya temukan, menyedihkan memang)

            Sedih cekaliiii, gak bisa konsen ngapa2in, kepikiraaaaannnn mulu… gimana? Gimana? Gimana?  Gimana? Dan hasilnya nihil… no solution…

            Marah.. marah banget kenapa bisa berada di situasi seperti ini… pengen narik rambut rasanya.. kayak di tipi2 gitu yang kalo orang udah putus asa banget... naaaah...

            Bawaaannya pengen nangiiiiisss mulu... tanpa alasan yang jelas dan konkrit...
            Eemmm... bawaannya pengen teriaak-teriaak juga... ngomong kalo AKUUU GAK BERMAKSUD GITUUU.... MAAAFFFF!!!!!....sebanter2nya..

WELL gak ada kata terlambat selama ada niat...

1. buat mami sama papi... maaf udah jadi anak bengal banget, ditelepon susah, di cariin susah, di sms gak bales... bukan bermaksud bikin mami sama papi cemas kok, semata cuma pengen minta waktu buat memperbaiki perspektif hidup dan gak mau bikin mami sama papi sakit hati kalo aku salah omong..(lebay)

2. buat koma ma azhar... ya oloooohh gatau lagi deh kudu ngomong apa sama kalian... Cuma bisa bilang maaaaaaffff... maaaaafff... seribu maaaaffff... kalian ini kok buaik banget sih jadi sahabat, udah tau akunya salahnya segambreng, gak tau diri, gak pengertian, kebanyakan alesan, seenak-enaknya sendiri, menyakiti dan mengecewakan kalian berkali-kali, ngomong ngawur dan gak enak tapi kalian masih aja mau memaafkan dan memahami... semoga Pangeran sing mbales ya,.. tak doakan kalian sukses, banyak rejeki... doakan temenmu ini segera mendapat hidayah dan pertolongan.. jgn di doain mendapat balasan yg setimpal ya, bisa mampus gueeeh... kecup basah deh buat kalian berdua... u guys are the most important thing in my life no matter what happened..T.T... aku memang gomik, i know…aq harap kalian masih berkenan nganggep aku sahabat... ILU

 













3. T… maaf ya sebenernya alasan yg waktu itu tu bo’ong, gak ada kayak begitu2an… gue cuma bener2 takut salah ngomong n nyakitin elu lg, juga takut ngegangggu elu karna gue ngerecokin elu tiap hari n elu ngerasa terbebani kudu nanggepin gue.. jd gue bukan jadi dingin, gue malah mau banget deh tiap menit ngehubungin elu kalo elunya gak keberatan.. hehehe… ok… I really do care for u…



damai di bumi damai di hati...



 

Kamis, 17 Oktober 2013

repost: debat dari mahasiswa yang gak banyak baca

belakangan banyak beredar versi debat tentang keberadaan Tuhan. di akhir debat ditulis bahwa mahasiswa tersebut adalah Albert Einstein. Nah ini juga versi debat yang dikembangkan untuk menanggapi debat tersebut, yang jauh lebih berisi tentunya bukan sekedar profesor yang gelagepan nanggepin pertanyaan mahasiswa.hehehehe... cekidot

ALKISAH, seorang profesor filsafat menantang mahasiswanya: “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”
Seorang mahasiswa menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?”, tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya”, kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab pernyataan professor tersebut.

Seorang mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si professor, “itulah inti dari diskurus filsafat.”

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Tentu saja,” ungkap si professor. Raut muka si professor tidak berubah karena ia sudah mendengar argumen buruk seperti ini berulang kali.

Si murid menanggapi, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Sang professor pun menjawab dengan tegas: “Kamu ingat bab mengenai kesesatan semantik dalam bukumu?”

Si murid tampak bingung.

“Biar saya ulangi secara singkat. “Panas” dan “dingin” adalah istilah subjektif. Menurut John Locke, keduanya merupakan contoh “kualitas sekunder”. Kualitas sekunder merujuk kepada bagaimana kita merasakan suatu fenomena yang memang ada, dan dalam kasus ini pergerakan partikel atomik. Istilah “dingin” dan “panas” merujuk kepada interaksi antara sistem saraf manusia dengan variasi kecepatan dalam partikel atomik di lingkungan. Jadi apa yang sesungguhnya ada adalah suhu… istilah “panas” dan “dingin” hanyalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk menjelaskan pengalaman kita mengenai suhu.”

“Maka argumen Anda salah. Anda tidak membuktikan bahwa “dingin” itu tidak ada, atau bahwa “dingin” ada tanpa status ontologis, apa yang Anda lakukan adalah menunjukkan bahwa “dingin” adalah istilah subjektif. Hapuskanlah konsep subjektif tersebut, dan suhu yang kita sebut “dingin” akan tetap ada. Menghapuskan istilah yang kita gunakan untuk merujuk kepada suatu fenomena tidak menghapuskan keberadaan fenomena tersebut.”

Murid: (agak shock) “Uh… oke… em, apakah gelap itu ada?”

Professor: “Anda masih mengulangi kesesatan logika yang sama, hanya kualitas sekundernya yang diganti.”

Murid: “Jadi menurut professor kegelapan itu ada?”

Professor: “Apa yang saya katakan adalah bahwa Anda mengulangi kesesatan yang sama. “Kegelapan” adalah kualitas sekunder.”

Murid: “Professor salah lagi. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. “Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Professor: “Gelap dan terang” adalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk mendeskripsikan bagaimana manusia mengukur foton atau partikel dasar cahaya secara visual. Foton itu memang ada, sementara “gelap” dan “terang” hanyalah penilaian subjektif kita… yang sekali lagi terkait dengan interaksi antara sistem saraf manusia dengan fenomena alam yang lain, yaitu foton. Jadi, sekali lagi, hapuskanlah istilah subjektif itu dan foton akan tetap ada. Jika manusia menyebut “foton sebanyak x” sebagai “gelap” sementara kucing menyebutnya “cukup terang untukku”, foton sebanyak x yang kita sebut sebagai “gelap” tetap ada, dan akan tetap akan ada walaupun kita tidak menyebutnya gelap. Sudah paham, atau masih kurang jelas?”

Sang murid tampak tercengang.  Sang professor berkata, “Tampaknya Anda masih bingung dengan kesesatan dalam argumen Anda. Tapi silakan lanjutkan, mungkin Anda akan paham.”

Sang murid berkata, “Professor mengajar dengan dualitas. Professor berargumen tentang adanya kehidupan lalu mengajar tentang adanya kematian, adanya Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat. Professor memandang Tuhan sebagai sesuatu yang dapat kita ukur.”

Professor langsung memotong, “Berhati-hatilah. Jika Anda menempatkan Tuhan di luar jangkauan nalar, logika dan sains dan membuatnya “tak terukur”, maka yang tersisa hanyalah misteri yang Anda buat sendiri. Jadi jika Anda menggunakan dalih bahwa Tuhan ada di luar jangkauan untuk menyelesaikan masalah, Anda juga tak bisa mengatakan bahwa Tuhan Anda bermoral. Bahkan Anda tak bisa menyebutnya sebagai apapun kecuali tak terukur. Jadi solusi Anda tidak ada bedanya dengan membersihkan ketombe dengan memangkas rambut.”

Murid tersebut tercengang, namun tetap berusaha melanjutkan, “Professor, sains bahkan tidak dapat menjelaskan sebuah pemikiran. Ilmu ini memang menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah seorangpun yang melihat atau benar-benar memahami salah satunya..”

Professor: “Anda mengatakan bahwa sains tak bisa menjelaskan pikiran. Saya sendiri kurang paham apa yang Anda maksud. Apakah Anda mencoba mengatakan bahwa masih banyak misteri dalam neurosains?”

Murid: “Begitulah.”

“Dan bahwa pikiran, listrik dan magnetisme itu kita anggap ada walaupun tak pernah kita lihat?”

“Benar!”

Sang professor tersenyum dan menjawab, “Bukalah kembali bukumu mengenai kesesatanfalse presumption. Perhatikan bab “kesalahan kategoris.” Kalau Anda pernah membacanya, Anda akan ingat bahwa kesalahan kategoris adalah saat Anda menggunakan tolak ukur yang salah untuk suatu entitas, misalnya menanyakan warna dari suara. Meminta seseorang melihat magnetisme secara langsung merupakan kesalahan kategoris.”

“Namun, masih ada kesalahan lain dalam argumen Anda. Anda berasumsi bahwa empirisisme atau bahkan sains hanya didasarkan kepada pengamatan langsung. Ini tidak tepat. Penglihatan bukanlah satu-satunya cara untuk memahami dunia, dan sains juga bukan ilmu yang mempelajari apa yang kita lihat. Kita dapat menggunakan indera lain untuk melacak suatu fenomena. Dan kita juga dapat mempelajari pengaruh fenomena tersebut terhadap dunia.”

“Lebih lagi, Anda kembali melakukan kesalahan dengan menyatakan bahwa karena sains itu belum lengkap berarti Tuhan itu ada. Mungkin Anda perlu mempelajari kembali kesesatan “argumentum ad ignoratiam” atau argumen dari ketidaktahuan.”

“Dan juga, seperti yang dikatakan oleh Neil deGrasse Tyson, gunakanlah contoh yang lebih baik karena sains sudah mampu menjelaskan bagaimana pikiran terbentuk dan bahkan Maxwell sudah lama menggabungkan elektrisme dan magnetisme menjadi elektromagnetisme. Contoh yang lebih baik itu misalnya materi gelap yang membuat perluasan alam semesta menjadi begitu cepat. Fisikawan tak bisa menjawab itu, dan mungkin Anda akan mengatakan jawabannya Tuhan. Namun dengan begitu, Anda justru sedang menyusutkan Tuhan. Anda melakukan kesesatan ad ignoratiam bahwa yang belum dijelaskan sains itu adalah keajaiban Tuhan, dan itu berarti Anda menempatkan Tuhan untuk mengisi gap dalam sains. Nah, dahulu manusia juga tak mampu menjawab mengapa hujan terbentuk atau mengapa gunung meletus, dan orang-orang dulu menyebutnya karena Tuhan. Kini kita sudah memahami hujan dan gunung meletus, begitu pula pikiran, listrik dan magnetisme, dan ke depannya materi gelap juga mungkin akan kita pahami. Dengan begitu Tuhan yang mengisi gap pun terus menciut.”

“Masih ada yang mau ditambahkan? Apakah penjelasan saya sudah cukup jelas?”

Sang murid tampak bingung dan mencoba melakukan ad nauseam, “Em…  kembali ke diskusi awal kita. Untuk menilai kematian sebagai kondisi yang berlawanan dengan kehidupan sama saja dengan melupakan fakta bahwa kematian tidak bisa muncul sebagai suatu hal yang substantif. Kematian bukanlah kontradiksi dari hidup, hanya ketiadaan kehidupan saja.”

Professor pun berkata, “Apakah Anda jatuh cinta dengan kesesatan kualitas sekunder? Lagi-lagi Anda melakukan kesalahan yang sama.” “Kematian” dan “kehidupan” adalah istilah subjektif yang kita gunakan untuk menjelaskan fenomena keadaan-keadaan biologis. Menghapuskan istilah subjektif kematian tidak menghapuskan keberadaan kematian.

Si murid pun mencoba mengalihkan pembicaraan, “Apakah imoralitas itu ada?”

Si professor menggelengkan kepalanya dan berkata, “Keledai pun tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama. Ada yang masih kurang jelas, atau perlu saya ulangi lagi?”

Sang murid yang terus berusaha menjustifikasi kepercayaannya berkata, “Begini.. imoralitas itu adalah ketiadaan moralitas. Apakah ketidakadilan itu ada? Tidak. Ketidakadilan adalah ketiadaan keadilan. Apakah kejahatan itu ada? Bukankah kejahatan itu ketiadaan kebaikan?”

Sang professor menanggapi, “Jadi, jika seseorang membunuh ibumu malam ini, tidak terjadi apa-apa? Hanya ada ketiadaan moralitas di rumah Anda? Tunggu… dia tidak mati… cuma ketiadaan hidup kan?”

Si murid berkata, “eh…”

“Sekarang sudah mengerti di mana salahnya?”, ujar sang professor, “Anda mencampur kualitas sekunder dengan fenomena. “Imoralitas” adalah istilah deskriptif untuk perilaku. Istilah tersebut bersifat sekunder, namun perilaku tetaplah ada. Jadi jika Anda menghapuskan kualitas sekunder itu, Anda tidak menghapuskan perilaku yang sesungguhnya terjadi. Dengan mengatakan imoralitas sebagai ketiadaan moralitas, Anda tidak menghapuskan keinginan atau perilaku imoral, tetapi hanya istilah subjektifnya. Begitu lho.”

Si murid masih kukuh, “Apakah professor pernah mengamati evolusi itu dengan mata professor sendiri?”

Sang professor sudah bosan mendengar argumen “pernah lihat angin tidak”.
“Evolusi itu bisa diamati karena hingga sekarang masih berlangsung. Misalnya, pada tahun 1971, beberapa kadal dari pulau Pod Kopiste di Kroasia dipindah ke pulau pod Mrcaru. Pulau Pod Kopiste tidak banyak tumbuhan sehingga memakan serangga, sementara di pulau Pod Mrcaru ada banyak tumbuhan. Setelah ditinggal selama beberapa dekade, ketika ditemukan kembali, kadal di pulau Pod Mrcaru mengalami proses evolusi. Kadal tersebut mengembangkan caecal valve, yaitu organ yang penting untuk mengolah selulosa dalam tumbuhan, yang sebelumnya tidak ada. Atau, jika Anda pergi ke laboratorium Richard Lenski di Amerika Serikat, Anda bisa saksikan sendiri bagaimana bakteri e coli yang sebelumnya tak bisa mengolah asam sitrat, karena evolusi dengan seleksi alam muncul e coli yang bisa mengolah asam sitrat.”

“Lagipula, Anda lagi-lagi terjeblos dalam kesesatan ad ignoratiam. Jika ingin konsisten dengan logika Anda, Anda akan mengatakan bahwa pohon tidak pernah tumbuh karena Anda tak pernah melihat langsung bagaimana pohon tumbuh. Lebih lagi, Anda kembali melakukan kesalahan dengan mengasumsikan bahwa sains itu hanya terdiri dari pengamatan langsung…. “

Si murid memotong, “Apakah ada dari kelas ini yang pernah melihat otak Profesor? Apakah ada orang yang pernah mendengar otak Profesor, merasakannya, menyentuhnya atau menciumnya? Tampaknya tak seorang pun pernah melakukannya. Jadi, menurut prosedur pengamatan, pengujian dan pembuktian yang disahkan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa professor tidak memiliki otak. Dengan segala hormat, bagaimana kami dapat mempercayai pengajaran professor?”

Si professor tertawa dan menjawab, “Terima kasih sudah hadir di kelas ini sehingga saya bisa membenarkan kesalahan Anda walaupun Anda terus menerus mengulanginya. Sekali lagi, sains itu tidak terbatas kepada “melihat” sesuatu. Sains itu juga rasional. Kita dapat menyimpulkan berdasarkan bukti yang ada. Dan salah satu simpulan yang dapat saya tarik dengan mengamati perilaku Anda  hari ini adalah bahwa Anda telah membuang-buang uang karena tidak membaca buku logika yang sudah Anda beli. Jadi saya sarankan bacalah buku itu kembali dari halaman satu agar tidak terus menerus mengulangi kesalahan yang sama.”

- Dan murid itu adalah orang yang tidak banyak membaca.

Minggu, 06 Oktober 2013

self evaluating :menunggu

makanan sehat itu banyak gak enaknya.. (menurut gue)
gue gak suka sayur, belum lagi makanan hambar yang gak di kasih garam terlalu banyak, gula juga tidak terlalu banyak, sebaiknya dikukus bukan di goreng atau di bakar dan sebagainya.. gak suka deh.. menurut gue the more strong the taste the better.. hahahahaha... mati awet muda aja moga2...dan sepertinya buanyak juga yang mikir sama kayak gue...
makanya kebanyakan orang (menurut pengamatan gue) gak suka begitu dan memilih mengambil resiko makan makanan yang gak sehat tapi enaaaaaaakkk... sama kayak gue.. hahahahaha

lantas ini ape hubungannya sama menunggu???
well, lagi2 masih menurut gue, menunggu itu juga makanan tidak enak tapi sehat bagi jiwa.. banyak orang disekitar gue yang gue kenal, bener-bener bermasalah sama yang namanya menunggu.. gue juga sih kadang-kadang, tapi terus berusaha untuk gak begitu.. memang benar waktu adalah hal yang berharga yang gak akan bisa diambil kembali dan banyak urusan yang jadi terbengkalai gara2 harus menunggu hal lain. tapi gak buat gue (well tergantung kondisinya sih kalo urgent banget ya sebel juga). mungkin buat banyak orang menunggu itu sia2 tapi seperti prinsip idup yang gue pegang adalah gak ada hal yang sia-sia di dunia ini.. buat yang udah pernah nonton karate kid, di sana mister han bilang kalo wanita yang lagi kungfu itu "stand still" sehingga bisa mengontrol ular buat ngikutin yang dia mau.. and si bocah tanya, "she control it by doing nothing?" dan mister han bilang "doing nothing" dan "stand still" adalah hal yang berbeda.. well itu juga menurut gue...
apa mungkin karena gua adalah orang yang kuliah di psikologi sehingga udah biasa banget ngamati orang. menurut gue kehidupan sehari-hari manusia itu menarik (BANGET) jadi selalu ada pelajaran baru, hal baru yang gua liat, hal mengejutkan, seru, unik, yang bisa gue dapet kalo gue menunggu.. gak worthed? itu menurut elo, tapi seperti yang gue bilang di dunia ini gak ada yang sia2, dan menurut gue itu worthed banget.. hahahahaha
gue suka ngamatin orang, melihat tingkah polah orang sekitar, menerka2 apa yang lagi dipikirin orang yang ini, yang itu pokoknya menarik lah... dan menurut gue banyak banget kesempatan yang bisa kita raih kalo aja kita bisa lebih sabar nunggu.
bahkan setelah lama menunggu  ternyata gak dapet apa yang gue tunggu?
well yeesss!! menurut gue itu tetep gak sia2.. setidaknya hikmah yang gue dapet adalah bahwa orang/benda yang gua tunggu ternyata tidak layak, sehingga gue belajar bahwa di kemudian hari jika berhubungan dengan hal yang sama tidak perlu repot2 menghabiskan waktu atau paling gak gue tau karakter seseorang yang tidak bisa menghargai orang lain yang sudah menghabiskan waktunya untuk menunggu dia.. simple kan?karena pada dasarnya kalau kita menunggu posibilitas tetap 50:50 dan buat saya itu cukup..50% of something better than 100% of nothing..

learn to wait and you'll learn balance, respect, patient and you learn the world...




















damai di bumi damai di hati..^,^

Selasa, 01 Oktober 2013

well it's super silly....... but i miss u.......

do you ever miss someone you had never met? (well not exactly never, but i do never met that person since we became close *i know, irony..*)
do you ever feel like you can concentrate on anything you do since you spending a lot of your time thinking about that person?
do you ever worried about one person so much that it hurts?
do you ever hated someone so much just because they making you won't be able again to communicate to the person you never met?
do you ever spending time writing blog about the person you never met but missed so much?
do you ever thinking of doing irrational action like going out of town to meet the person you have never met just to apologize and say that you missed that person so much?
do you ever caught yourself doing nothing but thinking everything you gonna say when you met that person, or even imagining hugging him so tight?

well....
i do, i do, i do, i do, i do,,,,
i miss that person so much even though i never met...
i can't concentrate on anything i do just because i spending too much of my time worrying about that person.. i become super clumsy, even more clumsy than i did before since i can't focus on anything.. the only thing i can think of is that person..
i thinking and missing that person so much till it hurts and i don't care.. i cry, i bleed and still not change the fact that i missed that person...
i hate whatever, whoever, makes me won't be able to talk to that person again or even to know that that person was fine and healthy and have a happy life...
i (as you can see now) writing about that person since i frustrating by the fact that i never met that person yet i missed that person this much and keep wondering will that person will ever forgive me...
i even think of doing something irrational.. i want to go after that person, just go to simply say i really really sorry for everything i do, everything that i put that person through, and i know even though i don't deserve a forgiveness from that person i still want to say that i missed and always be there for that person whenever that person need me..
and yes i repeated my imagination of saying a lot of things to that person.. and i mean A LOT!! and i imagining that, that person will forgive me and hugging me super super tight and just by thinking that i cry... OMG...
i know that sound super crazy, irrational, sound really desperate but that is how i feel..
I'M SO SO SO SORRY....

well it's super silly......... but i miss u.......... so much....


Selasa, 03 September 2013

sorry...super sorry...

okeeeee jadi begini.. saya nulis tentang ini karena saat ini ada teman saya *sebut saja parjo-bukan nama sebenarnya* yang sedang sakit hati pada saya..
jujuuuur saya sendiri gak tau kenapa... bukan berarti saya gak ngerasa salah, saya justru gudangnya salah tapi saya bingung karena dia gak mau ngasih tau saya dimana letak kesalahan saya, sebelah mana yang salah..
saya bingung apa ada kata2 saya yang tidak sengaja saya ucapkan menyinggung dia? atau ada perilaku saya yang tidak berkenan buat dia? atau ada hal lain justru diluar sepengetahuan saya terjadi kemudian bikin dia sakit hati, saya gak tau.. yang bikin bingung adalah saya merasa tidak ada yang salah dengan kami.. sebelum saya merasa ada perubahan perilaku parjo dan ada yang mengganjal dan bikin feeling saya gak enak, saya dan parjo biasa2 aja, ejek2an, komen2an di fb,seru2an, whatsapp an, sms an.. pokoknya seru deh, nah suatu hari saya lupa persisnya hari apa tiba2 parjo jadi dingin *kulkas kali dingin*, menjawab seperlunya, menjaga jarak, intinya sudah gak seseru sebelumnya walaupun masih baik hati tentunya.. semula saya kira karena dia ada masalah keluarga atau ada masalah intern yang tidak ada hubungannya dengan saya.. tapi semakin hari, feeling saya makin gak enak bahwa perubahan itu ada hubungannya dengan saya..dan saya konfirmasi ternyata benaaaaarrrrrrr!!!!

rasanya ada orang yang sakit hati sama kita tapi orangnya gak mau bilang kenapanya ituuuu bikin rasa bersalaaaah yang malah super super besar dibanding ke gep nyolong ayam trus di giring ke polsek...*e sumpeh ini bukan pengalaman gue, cuma ilustrasi aja buat perbandingan*..
apalagi kalo orang itu segitu baik hatinya bilang udah gak pa2 biasa kok, udah biasa diginiin... itu malah bikin frustasi karena udah kita berbuat salah orangnya gak mau bilang salahnya apa, disaat kita udah super2 guilty gitu eeehhh orangnya masih berkenan menganggap itu biasa pula... huaaaaaaa...... ya Tuhan gak seharusnya da orang yang ngerasa udah biasa sakit hati dan saya bener2 gak mau jadi penyebab parjo sakit hati.. pengen bunuh diri deh.. rasanya kayak mending dimaki2, di pukulin sedemikian rupa tapi saya bisa tau salah saya di mana, sebabnya sebenarnya apa, kudu ngapain, gimana nanggepinnya dsb.. sekalian bisa instrospeksi juga tentunya..

well apapun itu yang sudah terjadi, gak bisa saya kembalikan semua sakit hatinya dia.. kewajiban saya yang ada sekarang dan bisa saya lakukan adalah minta maaf...

I'M SO SORRY...
I'M SO SORRY FOR EVERYTHING I'VE DONE OR I'VE SAID THAT MIGHT HURTING YOU
I REALLY REALLY SORRY
I NEVER DO THAT ON PURPOSE AND TRY TO NEVER WILL
I STILL HOPE U TELL ME WHERE DID I DO WRONG SINCE YOU DON'T DESERVE IT, WHAT YOU BEEN THROUGH IS ENOUGH AND I NEVER WANT TO ADD ANOTHER MISERY AND CAUSE YOU PAIN..NEVER..
ONCE AGAIN I'M SORRY FOR BEING SUCH AN ASSHOLE AND HOPE YOU WILL FORGIVE ME AND WE CAN BE LIKE WE USE TO BE..
SORRY.. SORRY.. SORRY..

Rabu, 21 Agustus 2013

komunikasi..

beberapa minggu lalu gue selese mbaca buku craving beauty by Nalini Singh.. buat yang gak tau tampang bukunya cekidot di samping ini... covernya mengundang? emang ini bukunya rada semi sih, tapi gak banget2 kok.. yg bilang gak mengundang? ~ berarti emang pikiran gue aja yang mesum or emang elo2nya aja yang kelewat frigid, ngahahahaha~
ceritanya?
adalah tentang putri dari timur tengah yang canteeeekk anak syekh kaya raya yang dijodohkan sama orang kaya raya juga dari Amerika. si putri pertamanya benci karena si om amerika gak berusaha pdkt tapi langsung ngelamar ke ayahnya. dia mikir kalo si om amerika cuma suka sama bodynya aja. padahal si om amerika beneran suka tapi emang sama ayahnya tu cewe gak dibolehin buat pacaran. kalo mau harus nikah. dan akhirnya nikah trus di bawa ke amerika. di amerika akhirnya mulai jatuh cinta dan ya udah gitu deh inti critanya.. huahahahaha... sangat picisan... yoaaaaa, gue bacanya aja rada2 geli2 gimana gitu.. tapi intinya sebenernya bukan ini yang mau gue bahas, kalo cinta2annya mah ya gitu2 aja dari jaman jebot..
yang pengen dibahas adalah KOMUNIKASI..
di dalem buku itu, si om amerika dan si putri datang dari dua budaya yang sangat-sangat berbeda. dan di awal cerita komunikasi mereka sangat-sangat buruk. tapppiiiiiii... sekarang masa iya tinggal serumah rela aja diem2an seumur hidup. akhirnya mereka mampu berkomunikasi. pelan2 tapi pasti. banyak hal dalam satu kondisi yang satu mikir apa dan satunya mikir apa dan itu sangat bertolak belakang satu sama lain dan jadi konflik karena yang satu dan yang lain merasa tidak dimengerti oleh pasangannya dan itu akhirnya mereka komunikasikan daaaaannn Voilaa...mereka live happy ever after... *hujan bungaa, kupu2 beterbangan*

sebenernya semua pasangan percintaan akan berhasil kalo mampu mengkomunikasikan apa yang mereka pikirin dan  rasain ke pasangannya. walau terkesan sepele ternyata buat orang lain bisa jadi sangat tidak sepele lho..jadi bisa sepakat, lega bisa menyampaikan uneg2, bisa sama2 cari solusi, bisa sharing, bisaaaaaaaaaa.. banyak deh, yang pasti intinya adalah tidak membiarkan masalah tertentu berlarut2.

hal yang gagal dikomunikasikan nantinya bikin sakit hati, salah persepsi dan sebagainya yang kalo terus menumpuk akan jadi bumerang untuk hubungan tersebut.. dari sini juga bisa ngeliat tingkat harapan hidup ~kuciiing kaleee~ dari hubungan itu sendiri andai komunikasi yang sudah beberapa kali coba dibangun tak kunjung berhasil juga ya sudah berarti hubungan itu sudah tidak lagi kondusif, ndak faedah dan ndak adekuat *mimisan gara2 bahasanya ketinggian*, a.k.h.i.r.i.l.a.h....